Sesi Malam: Renungan Kematian bersama Bapak-Bapak
Rangkaian acara dimulai pada malam Jumat yang dihadiri oleh jamaah bapak-bapak. Selain pembacaan tahlil dan doa bersama, acara ini diisi dengan tausiyah singkat yang disampaikan oleh Kiai M. Zaenul Ma'arif.
Dalam ceramahnya, Kiai Zaenul menekankan pentingnya mengingat kematian sebagai kontrol diri dalam menjalani kehidupan di dunia. Beliau menyampaikan bahwa peringatan haul bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat bagi yang masih hidup untuk terus menabung amal jariyah, sebagaimana yang dilakukan almarhumah semasa hidupnya.
Sesi Siang: Pesan Haru dari Putra Bungsu
Berlanjut pada hari Jumat siang, giliran jamaah ibu-ibu yang berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir melalui doa bersama. Pada kesempatan ini, suasana berubah haru saat putra bungsu almarhumah memberikan sambutan singkat mewakili keluarga.
Dalam pesan singkatnya, ia mengenang sosok Ibu Siti Munazzah sebagai pribadi yang sangat menjaga lisannya, terutama terhadap anak-anaknya.
"Salah satu hal yang paling patut kita teladani dari almarhumah adalah beliau tidak pernah berkata buruk tentang anaknya. Beliau sangat percaya bahwa setiap ucapan orang tua adalah doa, sehingga hanya kata-kata baik yang keluar dari lisan beliau untuk kami," kenangnya di hadapan para jamaah.
Tradisi Makan Bersama sebagai Penutup
Menutup rangkaian acara di setiap sesinya, pihak keluarga mengajak seluruh jamaah untuk makan bersama. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur dan upaya mempererat tali silaturahmi antarwarga yang telah sudi meluangkan waktu untuk mendoakan almarhumah.
Acara Haul ke-3 ini berjalan dengan lancar dan penuh keberkahan, meninggalkan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga lisan dan mempersiapkan bekal untuk akhirat.
![]() |
| Makan Bersama - Acara Malam |
![]() |
| Acara Ibu-Ibu Siang |




0 Komentar